Langsung ke konten utama

Implementasi Konsep Madrasatul Ula dalam Mewujudkan Tarbiyah Islamiyah

Oleh : Rizki Winanti

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyatakan bahwa perempuan adalah tiang negara, jika baik perempuannya maka baik pula negaranya, dan jika rusak perempuannya maka rusak pula negaranya. Perempuan mendapatkan tempat teristimewa di dalam islam yaitu menjadi sebaik-baik perhiasan dunia. Bahkan perempuan memiliki potensi besar dalam mencetak generasi islam yang berakhlakul karimah.

Realita saat ini menunjukkan jika masih banyak para ibu yang mengabaikan perannya sebagai Madrasatul Ula bagi anak-anaknya. Era globalisasi mempengaruhi pola pikir ibu masa kini, dimana mereka menganggap jika pendidikan seorang anak hanya di bangku sekolah saja, sementara mereka melalaikan kewajibannya sebagai seorang ibu. Hingga dampak yang dihasilkan dari kelalaian ini adalah kehancuran generasi islam. Dimana sekolah tidak sepenuhnya menjamin seorang anak akan terdidik dan memiliki akhlak terpuji. Hari ini dapat kita saksikan betapa banyak generasi islam yang minim akan akhlak dan moral.  Di sekolahkan ditempat yang berfasilitaskan lengkap dan mewah, serta berstatuskan internasional, tetapi generasi yang dihasilkan jauh dari syariat islam.

Konsep Madrasatul Ula sudah tidak asing lagi terdengar. Seorang penyair ternama Hafiz Ibrahim mengungkapkan “ Al-Ummu madrastul ula, iza a’dadtaha a’dadtaha sya’ban thayyibal a’raq” yaitu yang artinya, ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau mempersiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya. Dalam islam konsep ini sangat menjadi rujukan sebagai bekal pendidikan utama bagi seorang anak, yaitu dimulai dari ibunya. Karakter seorang anak 
terbentuk karena didikan dari seorang ibu. 

Keberhasilan pembentukan akhlak dan kepribadian baik pada diri anak, tergantung bagaimana cara ibu mendidiknya. Perempuan tidak hanya dikodratkan untuk melahirkan, tetapi juga mendidik anak sampai dikatakan
baligh dan mukallaf. Kata Tarbiyah berasal dari bahasa arab yang berarti pendidikan. Sedangkan Tarbiyah 
Islamiyah merupakan proses pendidikan yang berlandaskan syariat islam. Tarbiyah dapat dikatakan suatu proses untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang memiliki tujuan. Tarbiyah
Islamiyah mengarah pada pendidikan akhlak dan moral yang sesuai dengan tuntunan AlQur’an dan As-Sunnah. Islam menekankan bahwa akhlak merupakan pendidikan utama yang harus diajarkan kepada anak mulai dari sejak ia balita hingga beranjak dewasa. 

Untuk menerapkan Tarbiyah Islamiyah maka diperlukan konsep Madrasatul Ula dalam mewujudkannya. Karena sejatinya Tarbiyah Islamiyah sangat berkaitan erat jika dihubungkan dengan konsep Madrasatul Ula. Keduanya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini sejalan dengan pendidikan akhlak yang dapat terbentuk jika didikan ini ditanamkan oleh seorang ibu sejak anaknya balita. Sehingga ketika anak sudah memasuki bangku sekolah, maka sudah terbentuk akhlakul karimah pada diri anak. Dan pendidikan di bangku sekolah sebagai bentuk pengaplikasian akhlakul karimah tersebut dalam menjalankan aktivitas sosial di sekolah.

Pada hakikatnya konsep Madrastul Ula bukan bentuk pengekangan atau pemaksaaan bagi perempuan. Allah mentakdirkan perempuan menjadi seorang ibu, bahkan dikaruniai potensi besar dalam mendidik generasi. Hal ini sudah terbuktikan bahwa beberapa tahun yang lalu pemuda islam seperti Imam Syafi’i dan Muhammad Al-Fatih terkategori sebagai pemuda yang memiliki akhlakul karimah dan juga cerdas dikarenakan hasil dari didikan ibu mereka. Maka dari itu peran ibu sangat besar dalam pendidikan terutama dalam mendidik akhlak dan 
moral. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Berpendidikan

Oleh : Rizki Winanti           Wanita yang berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi para lelaki, akan tetapi mempunyai peranan penting dalam mendidik generasi.Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, tanpa membedakan antara wanita dan laki-laki. Tidak heran jika wanita sering mendapatkan diskriminasi ketika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Meski kodrat wanita akan menjadi ibu penggurus rumah tangga, tetapi bukan berarti tidak pantas untuk menempuh pendidikan sampai tingkat universitas. Miris melihat realita masa kini, dimana wanita dibatasi dalam menuntut ilmu. Dan dianggap akan membuang uang secara percuma jika nantinya menjadi ibu rumah tangga, yang ujung-ujungnya akan menggurus urusan dapur, sumur dan kasur.          Pemikiran dari barat semakin mendoktrin wanita muslim,dimana wanita tidak boleh memiliki wawasan dan pengetahuan luas. Dari sini dapat kita lihat, jika strategi barat adalah merusak wani...

Ramadhan Bulan Tarbiyah

Oleh : Rizki Winanti Ramadhan telah tiba membawa limpahan keberkahan bagi setiap makhluk di alam semesta. Pada bulan Ramadhan segala amalan baik yang dilakukan oleh manusia akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah Ta’ala. Esensi  dari hadirnya bulan Ramadhan bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, akan tetapi Ramadhan sebagai bulan Tarbiyah. Kata Tarbiyah berasal dari bahasa Arab yang berarti pendidikan. Dari segi kebahasaan, Tarbiyah memiliki makna mendidik, mengasuh, menumbuhkan,memelihara dan mengajarkan etika sopan santun. Sedangkan menurut Imam Ghazali, Tarbiyah sebagai kegiatan pengajaran dengan tujuan menanamkan kebajikan dan mendekatkan diri kepada Allah Subhana Wata’ala. Lalu mengapa bulan Ramadhan dikatakan sebagai bulan Tarbiyah? Ramadhan adalah bulan pendidikan yaitu mendidik manusia agar menjadi muslim sejati. Hakikat dari terbentuknya muslim sejati adalah muslim yang melakukan segala aktivitas (perbuatan) hanya berlandaskan dengan keimanan yang diorientasi...

[CERPEN] Antara Hijab dan IBu

 Oleh : Rizki Winanti (Cerpen ini sebelumnya telah terbit di blog Kreasi Literasi 'https://kreasiliterasi bpp. blogspot.com/2022/03/cerpen-antara-hijab-dan-ibu.html?m=1' pada tanggal 24 Maret 2022)                                 Natasya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara.Ayahnya seorang tukang becak dan Ibunya berkerja sebagai pembantu rumah tangga. Setelah tamat dari bangku SMA, Natasya memutuskan untuk berhijab. Sungguh malang nasib Natasya, dikarenakan Ibunya tidak menyukai jika ia menggunakan hijab. Bukan tanpa alasan, Ibu Natasya sangat terobsesi untuk menjadikannya sebagai model dari brand  produk ternama, dimana ia harus menanggalkan hijabnya. Natasya sangat terpukul mengetahui kenyataan ini. Disatu sisi menutup aurat adalah  kewajiban bagi seorang wanita ketika sudah baligh, dilain sisi ada Orang tua yang harus dihormati dan dipatuhi. Natasya hampir pasrah dan putus asa, ...