Langsung ke konten utama

Meraih Mahkota Kemuliaan

 


Oleh : Rizki Winanti

      Menahan diri untuk tidak menunjukkan eksistensi memang sangat sulit. Apalagi jika akan mendatangkan pujian dari orang lain. Seketika diri makin terpancing, hingga foto pribadi diunggah ke publik. Memang tidak salah mengupload foto pribadi, namun perlu diketahui bahwa foto pribadi bisa mendatangkan fitnah bagi lelaki. Karena meskipun foto yang unggah dengan berpakaian syar'i. Akan tetapi kita tidak pernah tahu, orang yang melihat foto tersebut akan biasa saja atau malah tertarik! Seseorang yang pikirannya kotor dan daya nafsunya tinggi, ketika melihat wanita dengan berpakaian tertutup sekalipun, dia masih bisa berfikiran tidak jernih.

      Realita hari ini menunjukkan jika wanita semakin bermudah-mudahan. Menggorbankan kehormatan demi konten semata. Kepopuleran menjadi standart hidup wanita masa kini. Dimana yang trend lebih digandrungi padahal merendahkan harga diri. Batasan aurat tidak diperdulikan lagi, yang penting berpenampilan modis. Menggabaikan tabarruj dengan alasan agar di lirik lelaki tajir. Bahkan sikap hedonis semakin melekat dan menjadi kebiasaan yang sudah mendarah daging. Nongkrong sana sini, uang dihamburkan untuk hal yang tidak penting. Lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan, semua itu demi kepopuleran semata.

      Era globalisasi dimana perkembangan zaman semakin pesat, dibarengi dengan masuknya budaya-budaya barat yang tidak difiltrasi, sehingga mampu mempengaruhi wanita muslim. Segala hal yang berbau budaya barat lebih digemari, dan yang berhubungan dengan aturan syariat dianggap mengekang diri. Lebih suka ke diskotik daripada ke masjid, pakaian mini lebih disukai dibandingkan gamis yang cenderung menutupi. Perzinahan sudah menjadi hal yang biasa, bahkan aktivitas aborsi sudah tidak ditakuti (Nauzubillah). Kini menikah karena telah hamil duluan bukanlah suatu aib, akan tetapi menjadi kebanggaan tersendiri. Fitrah manusia ketika sudah melakukan maksiat seharusnya malu dan menyembunyikannya dari publik, tetapi berbeda dengan situasi saat ini.

      Miris melihat kenyataan ini, beginilah cerminan dari budaya barat yang diadopsi. Sasaran yang menjadi korban adalah wanita muslim, padahal di dalam islam wanita mendapatkan tempat terbaik, serta dianggkat harkat dan martabatnya, diberikan pakaian terbaik dan di didik agar memiliki akhlak terpuji. Mahkota kemuliaan seorang wanita adalah terletak pada rasa malunya. Apabila rasa malunya telah hilang, maka hidupnya sesuka hati tanpa arah, bertindak tanpa berpikir karena yang mendominasi adalah nafsu bukan akal. Ketika urat malunya sudah putus, segala tindakan dilakukan tanpa aturan, tidak lagi memperdulikan apa yang telah diperbuat, meski sudah melanggar hukum syariat. Sebagai wanita muslim yang harus dijaga adalah kehormatan diri, karna itu sangat berarti dan tidak bisa di beli dengan iming-iming materi. Hukum alam menyatakan jika wanita dilihat dari masa lalunya, sedangkan laki-laki dilihat dari masa depannya. Sejatinya kita tidak boleh menghakimi masa lalu seseorang, akan tetapi hukum alam masih berlaku ditengah masyarakat. Maka dari itu, teruntuk wanita muslim, tetaplah jaga kehormatan dan raihlah mahkota kemuliaanmu dengan selimut rasa malu yang dibarengi dengan ketakwaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Implementasi Konsep Madrasatul Ula dalam Mewujudkan Tarbiyah Islamiyah

Oleh : Rizki Winanti Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW menyatakan bahwa perempuan adalah tiang negara, jika baik perempuannya maka baik pula negaranya, dan jika rusak  perempuannya maka rusak pula negaranya. Perempuan mendapatkan tempat teristimewa  di dalam islam yaitu menjadi sebaik-baik perhiasan dunia. Bahkan perempuan memiliki  potensi besar dalam mencetak generasi islam yang berakhlakul karimah. Realita saat ini menunjukkan jika masih banyak para ibu yang mengabaikan perannya  sebagai Madrasatul Ula bagi anak-anaknya. Era globalisasi mempengaruhi pola pikir ibu  masa kini, dimana mereka menganggap jika pendidikan seorang anak hanya di bangku  sekolah saja, sementara mereka melalaikan kewajibannya sebagai seorang ibu. Hingga  dampak yang dihasilkan dari kelalaian ini adalah kehancuran generasi islam. Dimana sekolah  tidak sepenuhnya menjamin seorang anak akan terdidik dan memiliki akhlak terpuji. Hari ini  dapat kita saksikan betapa...

Bersabar Untuk Bersama

  Oleh : Rizki Winanti Teruntuk rasa yang hadir tanpa di paksa. Tetaplah bersabar menanti dalam ketaatan. Allah menganugerahkan rasa ini sebagai fitrah bukan untuk bermaksiat. Syariat memberikan batasan untuk insan yang sedang dimabuk cinta. Jangan sampai rasa cinta ini hadir menghilangkan kewarasan dan membawa malapetaka. Tidak mudah memendam rasa ini dalam diam. Jika bukan karena landasan keimanan, mungkin saja rasa ini sudah berlabu pada tempat yang salah. Melanggar perintah Tuhan, serta menjajahkan kehormatan demi meraih cinta terlarang. Meski tidak dapat dipungkiri ketertarikan dan kekaguman padanya semakin melekat. Allah lebih mengetahui mana yang terbaik untuk makhluk ciptaan-Nya. Boleh jadi rasa yang bertahan saat ini hanya sebagai ujian dunia. Tidak menutup kemungkinan rasa ini hanya singgah sebentar dan tidak untuk menetap. Sosok yang kamu kagumi kini, mungkin hanya sebatas hadir tetapi tidak menjadi takdir. Bersabar adalah jalan terbaik untuk menahan gejolak rasa terp...

Wanita Berpendidikan

Oleh : Rizki Winanti           Wanita yang berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi para lelaki, akan tetapi mempunyai peranan penting dalam mendidik generasi.Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, tanpa membedakan antara wanita dan laki-laki. Tidak heran jika wanita sering mendapatkan diskriminasi ketika ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Meski kodrat wanita akan menjadi ibu penggurus rumah tangga, tetapi bukan berarti tidak pantas untuk menempuh pendidikan sampai tingkat universitas. Miris melihat realita masa kini, dimana wanita dibatasi dalam menuntut ilmu. Dan dianggap akan membuang uang secara percuma jika nantinya menjadi ibu rumah tangga, yang ujung-ujungnya akan menggurus urusan dapur, sumur dan kasur.          Pemikiran dari barat semakin mendoktrin wanita muslim,dimana wanita tidak boleh memiliki wawasan dan pengetahuan luas. Dari sini dapat kita lihat, jika strategi barat adalah merusak wani...